Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS


Sabtu, 12 Mei 2012

Untukmu Biyungku

Meninggalkan Bumi Intan Pari tidaklah mudah..
Tak pula sulit apabila mau mencoba
Namun, meninggalkan seseorang yang amat sangat dicintai dan dikasihi adalah suatu perkara yang tak dapat diputuskan oleh hakim
Biyung …
Sesungguhnya melihatmu hatiku menjadi tentram
Sosokmu adalah “PRIMADONA”
Biyung …
Bulir matamu menandakan betapa engkau juga bisa lelah,.
Maaf karena aku tak bisa membuatnya berhenti terjatuh
Aku hanya mampu menghapus tiap bulir yang muncul di sudut matamu…
Aku sayang padamu…
Tak terhitung berapa banyak peluh yang engkau keluarkan untuk melahirkanku….
Agar aku bisa melihat betapa indahnya dunia…
Memberikan segenap cintamu…. ‘Tanpa syarat’
Biyung…
Bila surga benar – benar ada dibawah telapak kakimu
Akan aku rengkuh…!!
Meski pengabdianku hanya bernilai satu hembusan nafasmu..
Aku tak akan pernah menyerah sekalipun harus kupertaruhkan nyawaku…!!

            Bumi Intanpari adalah kota kelahiranku,,semenjak aku tinggal di asrama,,hanya satu bulan sekali bisa menatap wajah ibu… dan hanya selama dua hari satu malam saja bisa mengabdi pada ibu. Bagaimana jadinya bila tiba-tiba ibu meninggalkanku selamanya aku tak bisa membayangkannya….
Rasanya pasti seperti hidup di alam mimpi dan berusaha untuk segera terbangun dari mimpi buruk itu.

0 komentar:

Posting Komentar