Meninggalkan Bumi
Intan Pari tidaklah mudah..
Tak pula sulit
apabila mau mencoba
Namun,
meninggalkan seseorang yang amat sangat dicintai dan dikasihi adalah suatu
perkara yang tak dapat diputuskan oleh hakim
Biyung …
Sesungguhnya
melihatmu hatiku menjadi tentram
Biyung …
Bulir matamu
menandakan betapa engkau juga bisa lelah,.
Maaf karena aku
tak bisa membuatnya berhenti terjatuh
Aku hanya mampu
menghapus tiap bulir yang muncul di sudut matamu…
Aku sayang padamu…
Tak terhitung berapa
banyak peluh yang engkau keluarkan untuk melahirkanku….
Agar aku bisa
melihat betapa indahnya dunia…
Memberikan segenap
cintamu…. ‘Tanpa syarat’
Biyung…
Bila surga benar –
benar ada dibawah telapak kakimu
Akan aku
rengkuh…!!
Meski pengabdianku
hanya bernilai satu hembusan nafasmu..
Aku tak akan
pernah menyerah sekalipun harus kupertaruhkan nyawaku…!!
Bumi Intanpari adalah kota
kelahiranku,,semenjak aku tinggal di asrama,,hanya satu bulan sekali bisa
menatap wajah ibu… dan hanya selama dua hari satu malam saja bisa mengabdi pada
ibu. Bagaimana jadinya bila tiba-tiba ibu meninggalkanku selamanya aku tak bisa
membayangkannya….
Rasanya pasti
seperti hidup di alam mimpi dan berusaha untuk segera terbangun dari mimpi
buruk itu.







0 komentar:
Posting Komentar